JAWABAN UNTUK SEBUAH PERTANYAAN

 



sumber gambar : https://i.pinimg.com/236x/38/b3/2b/38b32b88ae3de5e434dc4e4d7e135211--fun-drawings-people-drawings.jpg

Bagian 1
--Dia Datang-- 


Hujan hari ini turun di kotaku. Untuk beberapa tahun yang lalu dan yang akan datang. Setidaknya aku mengijinkan diriku menyebut tanah yang kupijak ini sebagai kotaku. Aku sudah tinggal di kota ini lebih dari 417 hari. Lebih dari satu tahun. Lebih dari 10.000 jam. Jika kugunakan hukum latihan pada umumnya, seharusnya aku sudah terbiasa dengan semua yang ada di kota ini. 


Hari ini. Seharusnya aku sudah terlatih mendengarkan nyanyian hujan di kota yang sementara menjadi kotaku. Faktanya aku memang sudah terbiasa. Setidaknya itu yang aku rasakan sebelum kenangan itu menyapa diriku beberapa menit yang lalu. Kenangan yang memberiku kata untuk ditulis dalam sebuah cerita. Kenangan yang berusaha untuk aku simpan dengan baik di loker ingatanku. Kenanganku di salah satu sudut kota ini.


***


21 November 2015. Aku selalu menanti hari ini. Tiap tahunnya aku selalu menghitung akan kulewati dengan cara apa 21 November tahun ini. Tepat di tanggal itu aku memasuki gerbang usia yang baru yang tiap gerbangnya menuntut untuk pendewasaan dan perbaikan. Tahun ini pun aku melewatinya dengan tuntutan yang membuatku harus mengumpulkan banyak energi. Tahun ini aku memasuki usiaku yang ke 22 tahun. Usia yang tak lagi muda tapi juga belum masuk hitungan tua. Aku menandai usiaku ini dengan mengambil keputusan yang menuntut keberanian besar. Menurutku.


Namaku Khanza. Mahasiswa tingkat akhir yang sudah dituntut untuk menikah oleh orang tuaku. Aku tak tahu alasan orang tuaku melakukan ini. Aku bahkan tak punya teman laki-laki yang bisa aku masukkan ke dalam daftar calon suami. Tanpa sepengetahuanku, ternyata ibuku menjodohkanku dengan anak dari salah satu sahabatnya. Setidaknya itulah informasi yang aku dapatkan dari ibuku mengenai latar belakang laki-laki itu. Menurut ibuku akan lebih baik jika kami saling mengenal sendiri pada pertemuan yang sudah diatur oleh ibuku. 


Waktu yang telah ditentukan pun tiba. Semua orang telah hadir. Orang tua laki-laki itu, orang tuaku, laki-laki itu. Tanpa diriku. Aku tak bisa datang di hari itu. Meski aku sudah mengosongkan jadwal di hari itu, tapi seperti hujan yang kedatangannya tak pernah kita ketahui. Aku pun tak pernah tahu jika hari itu dia datang.

*** 

 

Posting Komentar

0 Komentar