PUNGGUNG KANIA (3)

 



__Namanya Kania--



Aku tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Semuanya terasa awal untukku. Tapi secara bersamaan juga terasa ini adalah akhir untukku.

Aku tidak pernah kehilangan alasan satu kalipun sebelum perasaan ini muncul.

Aku jatuh cinta padanya. Aku tak tahu alasan mengapa aku mencintainya. Aku tak tahu alasan untuk menemuinya. Aku. Danar yang selalu berhasil menemukan alasan untuk melakukan banyak hal. Kali ini menyerah. Kalah.

Alasan mencintainya tak pernah ditemukan. Alasan untuk menemuinya tak pernah kutemukan. Aku. Danar yang selalu berhasil menjalani hari dengan alasan logis terjebak dalam situasi yang tak rasional. Tak tahu harus bagaimana memulai hari ini. Aku hanya tahu jika aku mencintainya. Tak lebih dari itu. Hariku terasa berhenti sejak aku mencintainya.

Fakta yang hari itu aku akui sebagai kebenaran dalam hidupku. Cinta yang banyak diperbincangkan orang. Cinta yang katanya dapat memenuhi hidup seseorang. Mengambil alih semua yang ada. Hari itu aku mengakuinya. Cintaku telah mengambil alih hidupku.

Fakta yang hari itu tidak menjadi kebenaran dalam hidupku. Aku banyak membaca cerita yang menjadikan cinta sebagai alasan untuk melanjutkan hidup. Tapi itu tak berlaku dalam hidupku. Cinta itu sendiri tak cukup menjadi alasan untuk menemuinya. Aku berhenti pada fakta yang tak logis. Tak dapat ku teruskan. Aku berhenti pada premis itu. Dengan logika yang kumiliki. Aku mengakhiri hidupku setelah aku jatuh cinta padanya.

Namanya Kania. Aku jatuh cinta padanya dan aku tak lagi punya alasan untuk menemuinya. 
 

 

Posting Komentar

0 Komentar