Selamat datang kembali Angin yang dipenuhi embun Sejuk yang menggandeng pagi Selamat datang kembali Realita yang bersanding fakta Rindu yang b…
Jiwaku tertahan bunyi kereta Hujan yang turun bersama senja Titipan kenangan itu disampaikannya Tak lama memandangmu Bukan dua purnama Atau dua musim …
Pada suatu hari nanti Bila sampai masa yang kutakuti Ketika kenangan tak lagi setia pada tuannya Bahkan tuannya kehilangan dirinya Biarkan cerita ini dik…
Kau berkata tentang pengertian yang kulakukan Berterima kasih untuk itu Tahukah itupun tak mudah kulakukan Bahkan ketika kau bilang aku telah mengerti akan a…
--Punggung Kania-- Aku seperti kehilangan kesadaranku. Hidup dengan menjadikan alasan sebagai kekuatan dalam bertindak tak lagi kutemukan. A…
__Namanya Kania-- Aku tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Semuanya terasa awal untukku. Tapi secara b…
--Rasionalitas Danar-- Malam minggu. Remaja memenuhi kafe ini. Beberapa terlihat Berpegangan tangan. Beberapa lagi berpelukan. Diantara rema…
--tentang danar-- Jam dinding yang menggantung di ruang tengah itu terus berdetik. Konsisten. Membantu orang-orang yang sangat mengagungkan wakt…
Tentang mendung yang dirindukan hujan Yang membuatnya bisa membelai bumi Tentang hujan yang dirindukan bumi Yang menjadikannya sahabat bermain sosok keci…
Kemana lagi aku harus aku pergi Jika kampung halamanku tak lagi menerimaku Jika negaraku ingin mengusirku Layaknya raga tanpa jiwa Jalanan tanpa ujung A…
Hari ini, yang lalu, dan mungkin hari esok Aku menanti janji pertemuanku Dengan Tuhanku mengenai dirimu Tak sama dengan pagi yang selalu datang setelah…
Hitam, kelam, tanpa cahaya Tak ada harapan yang tersisa Dalam diam aku mengutuk diriku Aku mengutuk kebodohanku Meninggalkan cinta karena prasangka Menjemp…
Kita memang manusia Menginginkan perasaan orang lain Berharap hidupnya adalah hidup kita Kita memang benar manusia Berharap pagi segera datang Lal…
Kopi tak pernah benar-benar larut dalam air Meski ianya mewarnai bahkan meninggalkan rasa Tapi tetap saja ada yang tertinggal di dasar cawan Begitupun …
Pertarungan ini Akankah berakhir bahagia Seperti rindu yang menuntut pertemuannya Hanya menunggu Tanpa mencipta Mengkhayal akan indah pelangi Tapi tak…
--Bagian Empat-- Perdebatan tentang kebenaran prinsip itu layak dijadikan benang merah pertemuanku dengan biduan itu. Juga tentang standar seseoran…
--Bagian Tiga-- Biduan itu kembali berjalan ke arahku. Aku mengarahkan pandanganku. Mencoba menarik perhatiannya agar ia menghampiriku. Apakah kekuatan …
--Bagian Dua-- Biduan itu. Sejenak aku merasa diriku tak wajar. Apa aku boleh merasa tertarik dengannya. Seorang biduan. Bukankah sudah menja…
--Bagian Satu-- Wanita atau perempuan. Aku tak tahu harus menyebutnya dengan kata yang mana. Seorang ahli bahasa pernah berujar padaku, ada perbeda…